- Pati Tertinggi soal Kekerasan Anak
Sebelumnya, Bapas juga telah meminta keterangan dari para orang tua pelaku untuk mengetahui sejauh mana perilaku anak di rumah dan bagaimana kondisi keluarganya.
Kemarin, penelitian kemasyarakatan atas permintaan dari penyidik itu ditarget bisa mengorek pribadi keempat cewek anak baru gede (ABG) tersebut, sehingga bisa dilanjutkan pengungkapan lingkungan sekitar yang juga ikut membentuk pribadi masing-masing anak.
Kepala Bapas, Ahmad Hardi BcIP SH, melalui Kasi Bimbingan dan Klien Anak (BKA) Sulistianto mengatakan, dua anak yang diteliti kemarin adalah RT dan MY, sedang YK dan TK telah dimintai keterangan sehari sebelumnya.
Meski tidak bisa membeberkan secara detail hasil penelitian tersebut, namun Sulis mengemukakan, tindak kekerasan yang dilakukan Geng Nero banyak dipengaruhi faktor keluarga dan lingkungan. “Itu hanya gambaran umumnya, kalau secara detail kami tidak bisa menjelaskan karena itu untuk bahan pertimbangan putusan hakim nanti di pengadilan,” ujarnya.
Peringkat Pertama Dia memastikan penelitian itu segera rampung dalam waktu dekat. Mengingat masa penahanan bagi pelaku tindak kriminal anak di bawah umur cukup pendek.
Menurutnya, kasus pengeroyokan oleh anak cukup mendominasi di Kabupaten Pati, selain pencurian. Selain itu, kasus kesusilaan juga banyak di temukan di daerah ini sampai Juni 2008.
Berdasar data di Bapas, dalam kurun waktu enam bulan terakhir Pati menduduki peringkat pertama mengenai kasus pidana anak di wilayah eks-Karesidenan Pati plus Demak. Dalam hal ini pihaknya telah mendampingi sembilan klien, termasuk empat anggota Geng Nero.
Dia mengatakan, dalam dua tahun terakhir, angka kriminalitas yang dilakukan anak cenderung meningkat. Untuk tahun 2006 yang didampingi Bapas 117 klien, tahun 2007 meningkat 161 klien dan untuk 2008 sampai pertengahan Juni telah mencapai 103 klien. “Keempat anak ini (Geng Nero, Red) masuk data terakhir yang kami dampingi,” jelasnya.
Kamis (19/6) kemarin di Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Diskesospermas) juga digelar rapat tertutup yang khusus membahas tentang Geng Nero. Namun, hingga pukul 14.00 pertemuan yang melibatkan Diskesospermas, Polres, Kejari, Kepala SMAN 1 Juwana dan Batangan, orang tua pelaku dan korban, serta Bapas belum rampung. Ahmad Hardi saat ditemui di sela-sela pertemuan itu enggan berkomentar. “Masih sama dengan yang kemarin.”(H49-76)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.